Rawe-Rawe Rantas, Malang-Malang Tuntas

Quest for A Better Life

Andai Dunia tak Beruang

Posted by pungkasali on April 14, 2008

Bisakah anda membayangkan dunia tanpa uang? Kalau saya bisa! Beginilah bayangan saya itu: 1) Saya baru mengambil sebuah lensa Canon 300-700 mm lengkap dengan Image Stabilizer dari Camera World of Oregon, karenanya; 2) sekarang saya sedang duduk di perut SQ New Jersey – Jakarta, sementara; 3) besok jam 4 sore saya kembali ke Lapangan Banteng untuk; 4) malamnya berhumor ala ketoprak dengan Timbul cs di GKJ.

Semuanya yang nyaman-nyaman bukan? Memang untuk itulah uang diciptakan. Agar kita was-was sebagaimana orang Eropa khawatir tertimpa hempasan stasiun MIR. Kalau tiada uang, was-was otomatis juga tidak ada. Tiadalah paku pipih berserakan menyoblos ban di pingir jalan. Tidak ada beda kereta kelas sejuk dan kelas mbeleduk. Bebas telepon ke premium hotline tanpa peduli Toean Telkom. Makan di sebuah kafe di Kemang tak perlu menggesek kartu kredit. Plastic Sir?

Kaum Marhaen, akan adakah dia? Tentu tidak, tidak ada kapital di muka bumi yang menjadi tuan. Christmas Island, adakah dia? Tentu tidak. Perlukah Mr. Robin Hood yang terhormat? Tidak juga. Yang diperlukan hanyalah Mr. Bean, nekat sana-sini, sedikit kreatifitas plus kekonyolan. Semua senang bukan?

Anda pernah menyaksikan kehebatan pesawat Boeing? Mungkin saja mereka tidak pernah mengangkut para juragan IMF untuk menebar uang dan menuai ‘demokrasi’ di tanah air kita. Untuk apa? Tidak ada uang didunia ini. Hibah tidak perlu kita. Kita tidak perlu Unicef, wong kita tidak perlu uang. Mau apa mereka? Mau bagi-bagi pastry dan hotdog? Orang pengutang tidak perlu uang kembalian. Gratis, semuanya gratis. (Yang penting kita maulah ditekuk-tekuk sedikit).

Pendidikan! Nah ini dia! Anak-anak bebas bersekolah tanpa biaya Ebtanas, seragam dan iuran pengajian. Tidak ada lagi anak yang memerlukan bantuan biaya. Artinya lagi tidak akan berdiri Komite Beasiswa Isnet (KBSI), artinya lagi tidak ada lagi ladang amal bagi saya. Karena KBSI adalah satu-satunya jalan amal saya, artinya kosonglah sudah ke-Islaman-ku, artinya Sorry Sir, you’re not any good. Aku tidak akan masuk surga.

Oooo semua ceria di dunia, tapi saya terkatung-katung di tepi surga. Pintu surga perlu fulus! Aduh bagaimana ini? Saya tak punya uang, dunia tidak ada uang, saya tak akan masuk surga. Bagaiman ya pembaca, ada yang mau nyumbang KBSI? Agar saya masuk surga….!

7 Juni 2001
Pungkas Bahjuri Ali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: