Rawe-Rawe Rantas, Malang-Malang Tuntas

Quest for A Better Life

Berlebaraan di negeri Orang

Posted by pungkasali on April 14, 2008

Ibadah puasa Ramdhan dan berlebaran hari raya Idhul Fitri bersama keluarga adalah hal yang biasa bagi kita. Nah, bagaimanakah mahasiswa-mahasiswa yang berada di negeri orang? Berikut ini kisha para mahasiawa Indonesia yang sedang belajar di Troy, New York, Amerika Serikat.

Mesjid bekas rumah mayat

Awal mulanya adalah pengajian Malindo (Malaysia-Indonesia) yang dilakukan secara gabungan mahasiswa Indonesia dan Malaysia setiap Jum’at malam dengan tuan ruamh bergiliran. Ketika peserta semakin bertambah, apartemen atau asrama tak lagi mampu menampung jemaah. Akhirnya Agustus 1995, diputuskan untuk yang pria mengadakan acara ini secara terpisah antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia. Sementara yang putri hingga sekarang masih bercampur. Mahasiwa putra Indonesia membentuk khusus dengan nama PengajianTAS (Troy-Albany-Schnectady) atau biasa disebut PATAS. Anggotanya berada di ketiga kota tersebut yang merupakan Capital District (semacam wilayah ibukota) negara bagian New York. Demikianlah, hingga sekarang PATAS masih rutin mengadakan pengajian seminggu sekali, bhakan hingga kini belum pernah terputus sekalipun.Materi yang diberikan bervariasi dari akidah, akhlak, maupun masalah-masalah fikih. Penceramah ialah yang menjadi tuan rumah pengajian, atau sering mengundang penceramah dari luar.

Selain pengajian intern, mereka juga aktif di berbagai kegiatan bersama Brother dan Sister (panggilan untuk sesama muslim yang umum dipakai seperti Mas dan Mbak di Jawa) dari negara lain.Diantaranya berdiksusi , kajian tasfir, piknik, dakwah, mengurusi mesjid dan mengikuti kegiatan sekolah Islam di Mesjid Troy. Mesjid kecil “Al Hedaya” ini asalnya adalah bekas rumah mayat yang dibeli dan direnovasi untuk menjadi mesjid. Karena terlalu kecil, sholat jum’at dilakukan di sebuah aula di kampus Rensselaer Polytechnic Institute.

Selain itu kegiatan yang bersifat amal juga sangat digalakkan, seperti pengedaran kaleng shodaqoh tiap minggu, pengumpulan zakat dan menyalurkannya ke tanah air seperti bantuan pada saat bencana Gunung Merapi, Gempa di Sumatra Barat dan Selatan, kelaparan di Irja. Selain itu sumbangan juga disalurkan pada jalur produktif misalnya membiayai pemeliharaan sapi dan kambing di Yogyakarta dan membina anak asuh serta pengangguran melalui ALIR di Bogor.

Puasa di tengah guyuran salju.

Berpuasa dan berlebaran di negeri orang selalu mendatangkan kenangan tersendiri yang seringkali unik dan mengharukan. Di Amerika, puasa tahun ini betepatan dengan musim dingin (winter), sehingga siang hari lebih pendek dari malamnya. Puasa rata-rata baru dimulai pukul 6 pagi dan sudah berbuka sekitar pukul 4.30 sore. Udaranya cukup dingin (sedikit di atas nol derajat dan seringkali minus) dan hujan sudah berupa salju. Walaupun begitu semangat untuk bertharawih selalu menantang. Di tengah guyuran salju, tharawih diadakan setiap malam secara bergilir yang kemudian diteruskan dengan membaca Alqur’an yang selalu diteruskan dengan berbagai diskusi yang selalu menarik, teruatama berkaitan dengan kondisi di tanah air.

Sebagaimana di Indonesia, komunitas muslim di sana juga selalu mengadakan buka puasa bersama setiap hari di mesjid, hari sabtu di kampus dan Minggu-ny di Pusat Islam di sana. Inilah forum untuk saling berkenalan dengan brother-brother dan sister-sister dari seluruh dunia. Sebagian besar komunitas muslim adalah mahasiswa dan sebagian penduduk setempat. Selain tukar pengalaman juga masing-masing bisa saling merasakan masakan-masakan khas negaranya masing-masing. Hal dimungkinkan karena memang giliran untuk menyediakan masakan selalu berganti (ta’jilan). Makanan khas yang paling digemari mahasiswa Indonesia biasanya adalah kue dari Turkiyang sangat manis seperti madu dan sup dari daerah Timur Tengah.

Idhul Fitri, kuliah jalan terus

Yang jelas, hari lebaran hampirtak beda dengan hari-hari biasa. Bagaimana tidak? Sekolah tidak libur, sehingga dihari lebaran inipun harus tetap sekolah, kuliah dan praktikum sebagiaman biasanya. Memang dibeberapa negara bagian yang komunitas muslimnya agak banyak sperti Texas, hari lebaran menjadi libur umum. Sementara di New York tidak semuanya demikian, hanya dibeberapa tempat seperti Syracuse.

Sholat Id tidak dilakukan dilapangan terbuka. Siapa yang tahan diudara terbuka yang dingin menusuk itu? Sholat dilakukan di sebuah gedung olahraga skating di Schnectady. Di sinilah muslim dari berbagai kota berkumpul dan melakukan sholat bersama. Muslim adalah komunitas yang masih kecil di sana, walaupun mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tak heranlah, satu gedung masih mampu menampung seluruh jama’ah.

Selepas Id, diadakan acara silaturahmi dan halal bihalal dirumah salah seorang mahasiswa. Disinilah mereka berkumpul, melepas kerinduan dengan keluarga yang jauh ditanah air. Masakan yang disajikan juga adalah masakan ala Indonesia, sehingga bisa melepas kangen dengan cita rasa tempe, ketupat dan lain-lain. Selepas itu, mereka kembali berkemas untuk berangkat kuliah seperti hari hari biasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: