Rawe-Rawe Rantas, Malang-Malang Tuntas

Quest for A Better Life

Buku Harian

Posted by pungkasali on April 14, 2008

Saat ini, suasana diluar jendela sungguh romatis….bagi mereka yang suka romantika, seperti Obie Messakh atau Dian Pisesah. Inilah saat yang tepat buat menulis bait-bait indah, lagu-lagu cinta, payung hitam, ojeg payung dll.

Rintik-rintik hujan laksana senar harpa. Suasana kelabu ditemani udara dingin membalut. Tetes-tetes air terciprat di kaca jendela sebelah luar, membentuk alur-alur bagaikan kanvas lukisan alam nan segar seribu warna. Gunung membiru di kejauhan, terhalang oleh goyang-goyang pepohonan tertiup angin. Sesekali derik ranting terterpa angin, mengiramakan lantunan nada alam tiada banding, menghidupi suara slompret…eh terompet Kenny G berputar-putar di udara seirama putaran CD. Hmmmm…

Itulah makanya aku tadi coba tulis buku harianku. Mencoba mengabadikan suasana romantis agar tetap dapat kunikmati di hari tua nanti. Baris pertama telah tertulis, “Bonggol, May 8 ’98 …Sore yang menggemaskan…suasana menghanyutkan…perut keroncongan…” (Di tulis sambil nunggu masakan matang)

Berhenti!!!

Ya, bagikan tak memakai pulpen merek Pilot anti macet, tak mampu lagi menuangkan perasaan ke lembaran kertas bergaris itu….. Entah tiba-tiba aku jadi teringat akan sebuah serial di TV (lupa judulnya, lupa pemainnya, lupa waktu nontonnya, dll). Di layar 21 inci itu, terlihat seorang suami waktu itu merengut, menahan marah karena mendapati sang istri membuka-buka buku hariannya! Wah ini sudah jelas-jelas merongrong kewibawaan suami. Sang istri, tak kalah garangnya….di prenguti, ee malah dia tambah mabok. Alkisah, sang suami dulu punya pacar yang sangat dicintai, tapi entah mengapa ceweknya itu kabur mabur. Patah-lah hatinya. Tapi cintanya tetap abadi selamanya (waktu itu…biasa lah). Maka tertuanglah di buku harian itu: “Duhai, Dewiku….kebencianku telah pergi bersama kepergiannmu. Yang tertinggal hanyalah cinta, cinta dan cinta. Saksikanlah wahai burung-burung…(memang waktu ia banyak piara burung perkutut, dara dan kutilang) cintaku pada Dewiku tak kan hilang selamanya!”

Tentu saja sang istri berontak. Di surat cinta kepadanya dulu, si suami juga mengatakan “ Duhai, Dewiku, dst….” Persis juga minta kesaksian burung-burung dll. Nah ketahuan kan bolongnya. Bagaimana… wah… wah… udah dulu ah cerita tetang suami istri di TV itu….namanya juga telenovela.

Sebenarnya aku pengen sekali buku harianku nanti bisa terkenal, jadi bahan bacaan banyak orang…seperti buku harian seorang demonstran Soe Hok Gie atau buku hariannya Marcopolo atau Malcolm X. Kan hebring tuh….! Lantas aku coba balik buku harianku di bagian awal-awal. Kira-kira cocok nggak kalau nanti di terbitkan! Halaman pertama kubuka…ya ampun isinya: “Oh dewiku……..” Yah nggak pa-palah, sebelum diterbitkan di sobek dulu yang ini. Terus ke halaman dua tetulis ” Di malam yang temaram…dst” duh….kandidat sobek lagi ini. Aku buka lagi “ Perjalanan kali ini sungguh berat. Hutan menghadang, sementara suara Siamang mengaum-aum…..” wah boleh juga ini, ini kayaknya catatan waktu aku mengunjungi para peladang di Seputih Doh, hutan di ujung atas (maksudnya puncak gunung) di bagian paling selatan pulau Sumatra. Kulanjutkan: “… sungguh, gunung ku daki laut ke sebrangi, asal kudapatkan dirimu dan kapal yang membawaku …wahai dewiku.” Oalah… mana siamangnya?

Nggak bakalan aku terbitkan kalau begini, ngak layak. Ini rahasia prbadi . Istriku nanti juga nggak bakalan boleh buka ini, karena di sepuluh halaman pertama untuk Dewi, 7 halaman kedua buat Bulan, pacar kedua. Tentang Juliyet (aslinya Jumilah Yetiningsih) ….. sampai 25 halaman berisi pujian dan cinta tak kesampaian. Bisa jadi malah sang istri sendiri kagak masuk buku, karena nikahnya juga di jodohkan.

Terus terang (biasanya juga sih), aku sering kebingungan, mau aku isi apa buku harianku? Isi tentang politik, aku gak mudeng. Lagi pula aku bukan orang terkenal seperti Sujiwo Tanpowirang, yang menerbitkan otobiografinya, walaupun banyak orang yang nggak kenal juga. Atau nulis tentang puisi seperti Taufik Ismail dan Khalil Gibran? Mana bisa, pernah aku tulis puisi, bunyinya : “Dulu bulus sekarang kepiting, dulu lurus sekarang keriting” ehh jadinya malah pantun! Malah ada yang begini, ” Bosen… ih… bosen…..mau ngapain ya hari ini?” Kalo si Komo lewat pasti bilang: weleh…weleh…weleh! Siapa yang mau baca tulisan ini. Akupun sendiri muak membacanya…..

Kisah Dewi, Juliyet dan kepiting di atas, membuatku pada keputusan baru: Nulis Yes, Buku Harian No! Bikin malu saja, mana ada perjuangan yang aku lakukan, pake ditulis-tulis segala. Mana ada kepahlawanaku yang patut aku bukukan? Apa sih hebatnya aku si anak bawang ini, apa sih yang telah aku lakukan sehingga jasa-jasaku layak tertera dalam buku harian? Tidak ada. Mengapa repot-repot. Bukankah aku telah dihadiahi dua sekretaris pribadi yang selalu mencatat dalam buku harian untukku, di manapun dan kapanpun, catatannya lebih lengkap teliti, nggak bakal hilang seperti Supersemar. Lebih baik aku hilangkan sifat-sifat konyolku, lalu berbuat yang baik-baik agar ketika “diterbitkan” dan rahasia-rahasia yang ada di dalamnya dibongkar, aku tidak malu. Aku senang, bukan lantaran karena tulisannya bagus, indah dan menarik, tapi memang amal dan perbuatanku bagus, indah dan menarik untuk dicatat. Aku ingin buku harian yang lebih baik dari semua buku-buku hariannya siapapun yang telah diterbitkan di manapun. Insyaallah.

Troy, 6 September 98
====================
” (Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir” (QS Qaaf: 17-18)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: