Rawe-Rawe Rantas, Malang-Malang Tuntas

Quest for A Better Life

Nasehat Bapakku tentang BBM

Posted by pungkasali on April 14, 2008

Mengapa engkau marah-marah nak? Bapak justru bersyukur BBM naik, itulah satu-satunya jalan untuk menghentikan hobi gila-mu kebut-kebutan, suapaya kamu nggak kecelakaan. Bapak senang BBM naik, mudah-mudahan dengan premium naik 72%, jumlah mobil yang lalu-lalang di Kuningan turun 72% juga. Kamu tahu kan, sejak kamu umur 5 bulan, Bapak selalu terjebak antara ketiak orang, di antara tangis bayi kepanasan, di tengah kotornya udara yang membuat wajah Bapak seperti dibedaki arang. Bapak bosan nak..! Kini saatnya jalan-jalan sepi, orang-orang kembali naik sepeda yang tak perlu bensin, lagipula sehat dan ramah lingkungan, seperti ketika Bapak sekolah di SR dulu waktu kecil.

Biarlah juga tarif listrik naik nak. Bapak tak ingin nasib si Samin yang gosong badannya karena kesetrum listrik ketika main layangan, terulang lagi. Atau nasib seorang anak sekolah di Depok, yang tersengat listrik juga ketika naik di atap KRL Jabotabek.
Coba ingat nenekmu yang ada di Sukamantri sana, tidak ada listrik, tapi hidupnya nyaman. Tidak boros minyak tanah, karena cuma dipakai untuk lampu teplok dan sentir untuk memeriksa ayam-ayamnya sudah masuk kandang semua atau belum, setelah ditiup dan membiarkan cahaya bulan menerangi malam sisanya. Hemat bukan?

Bapak rasa karena bensin dan listrik inilah yang menyebabkan pabrik di Tangerang itu mengeluarkan asap yang menyesakkan. Menyebabkan pemuda di kampung pergi jadi buruh-buruh pabrik di kota-kota, meninggalkan sawah nenek merana kehilangan tenaga kerja. Kemarin juga Bapak dengar berita di radio katanya , apa itu, pemanasan global akibat gas karbon dari knalpot bus-bus dan corong-corong pabrik, terus menjadikan bumi makin panas, apa itu nak…El nino dan rumah kaca…ah Bapak nggak ngerti yang begituan…! Nah, semua itu kan nggak mungkin kalau nggak ada listrik dan bensin.

Jadi nak, ya biar tho harga listrik dan BBM naik. Bapak malah berharap agar harganya 100 kali lipat, supaya nggak ada kemacetan, polusi, mati kesetrum dan copet. Tapi 72% juga sudah cukup kok nak, dengan situasi sekarang ini kelihatannya harapan Bapak segera terkabul, kita bisa merasakan kembali jaman Bapak masih kecil dulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: