Rawe-Rawe Rantas, Malang-Malang Tuntas

Quest for A Better Life

Perkawinan Yang Diberkati

Posted by pungkasali on April 14, 2008

“Dung-dung-dung! Cring-cring-cring!”

Potongan bunyi rebana dan tamborin memecah kesunyian sebuah altar.

Dari pintu langkah-langkah kecil dua kaki, membawa seorang gadis kecil memasuki gedung. Sesekali berhenti. Malu-malu. Pakaiannya longdress putih.Berenda di pinggang, ujung lengan dan bagian bawah. Dimana-mana. Sebuah ikatan pita ungu menyala di punggung, sementara bunga-bunga plastik berjajar di bagian dada. Topi ala koboi juga kecil terpasang di kepalanya. Wajahnya lebih mirip manequin Osh Kosh daripada gadis umur 12 tahun kebanyakan. Tangannya tengadah di depan dada, memegang sebuah mushaf Alqur’an, terbuka.

Beberapa langkah dibelakangnya seorang perempuan berpakaian pengantin panjang, berhias meriah laksana burung merak Di sampingnya seorang pemuda mengenakan tuxedo hitam. Yang ini laksana seekor pinguin antartika, lenggak lenggok. Keduanya mempelai.

Negeri ini, negeri yang subur makmur. Seger buger loh jinawi. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman. Itulah sebabnya para pegusaha penebang hutan, meninggalkan hutan begitu begitu saja, karena yakin potongan kayu yang tertinggal akan tumbuh dengan sendirinya. Air-air selokan sangat jernih, berasa seperti susu menyegarkan. Tak heran jutaan penduduk hidup dipinggir-pinggir kali. Aneka ragam flora, fauna ada dimana-mana, termasuk yang hanya tertinggal sebagai gambar-gambar. Tentu saja negeri ini menjadi sebuah titik magnet yang menyedot jutaan orang untuk datang menikmati anugerah Tuhan yang tiada duanya. Orang-orang pun mencari-cari, kepada siapa ucapan syukur atas nikmat Tuhan ini mesti disampaikan.. Beribu orang beribu cara. Ada yang mememukan Tuhan di antara pohon besar, di patung-patung batu, dalam orang-orang besar berkharisma atau di antara kerlap-kerlip warung remang-remang. Hingga datanglah petunjuk Tuhan melalui nabi-nabi hingga kanjeng nabi Muhammad.

Kanjeng nabi, menunjukkan bagiamana cara menghatur syukur yang terangkum dalam sebuah mushaf, Al-Qur’an, yang sangat dihormati oleh penduduk negeri. Berbagai perkumpulan diadakan membahas isinya, kajian-kajian makmur di mana-mana. “Al-Qur’an ini adalah nafas kita’, demikian kata para ulama. “Al-qur’an is the way of life” tertulis pada sebuah stiker di kaca belakang sebuah mobil. Seperti pula pada pernikahan merak-pinguin hari ini. Al-quran terbuka melambangkan pengaruhnya pada perjalanan hidup manusia. Dari semasa gadis kecil yang membawanya, ketika dewasa seperti kedua mempelai, bahkan hingga masa tua seperti sebagian kecil para tamu.

Acara dimulai, ketika juru nikah, demikian mereka memanggil penghulu, berdiri di altar, menghadap kedua mempelai. Si gadis kecil manequin bergeser ke sebelah kanan. Masih memegang mushaf yang terbuka. Beberapa seremonial kecil dipimpin oleh pak juru, di awali dengan ucapan syahadat. Lantas ijab qobul. Di sini proses agak mengalami kelambatan karena di lelaki ternyata gugup…. mungkin pengalaman pertamanya.

“Hari ini adalah saat yang sangat membahagiakan. Dua orang manusia telah memilih jalan hidup. Mari kita doakan mereka agar membentuk keluarga sakinah. Tetaplah berpegang pada mushaf itu,” katanya sambil menunjuk Al-Qur’an di tangan anak kecil tadi, yang masih tetap terbuka.

“Mari kita rayakan hari bahagia ini. Agar perkawinan ini diberkati ” Semua hadirin berdiri.

Lalu, diraihnya sebuah botol besar hijau gelap yang telah disiapkan. Dan dikocok-kocoknya botol itu, kemudian dengan sekali putaran, “blub…!” Tutup botol terloncat, meledak dan menyemprotlah isi botol itu. Cairan dari dalam botol dituangkan ke sebuah gelas dan diberikan ke kedua mempelai. Masing-masing satu teguk.

“Sampanye telah kita buka. Perkawinan telah diberkati” gemuruh tepuk tangan menyambut penutup wejangan pak juru nikah. Si gadis kecil manequin tak ikut bertepuk tangan. Diambilnya sapu tangan. Lantas ia menghela beberapa tetes cipratan sampanye dari lembaran mushaf, yang masih terbuka seperti sedia kala….!

Troy, 16 October 99
Pungkas Bahjuri Ali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: