Rawe-Rawe Rantas, Malang-Malang Tuntas

Quest for A Better Life

Babad Tanah Jawi

Posted by pungkasali on May 27, 2008

Buku ini merupakan terjemahan dari karya W.L Olthof, seorang pengarang dari Balanda. Hanya sayangnya tidak ada rincian lebih lanjut buku yang mana itu. Ketika saya cari di internet muncul “Babad Tanah Jawi in Proza”. Mungkin ini buku asalnya.

Buku ditulis dalam menurut bagian-bagian (mungkin sekitar 80 bagian) semacam bab gitu. Dengan pembagian ini, membaca jadi lebih mudah. Dimulai dengan Asal Muasal Tanah Jawa, buku ini menceritakan silsilah Raja Galuh dan Pajajaran hingga ke Nabi Adam. Dari sini cerita terus mengalir hingga kerajaan Majapahit dan mulai perkenalan Jawa dengan agam Islam melalui wali-wali. Bersambung ke sejarah munculnya Pajang dan Mataram.

Sebagian besar buku ini didedikasikan pada kehidupan kerajaan Mataram termasuk perselisihan dalam istana dan mancanegara hingga persinggungannya dengan penjajah Belanda. Disini kita akan mendapat cerita lengkap tentang berbagai perebutan kekuasaan, intrik, persahabatan dan lain-lain dalam lingkup kerajaan Mataram dan lingkungan sekitarnya (mancanegara)

Buku ini sedikit membuat saya agak linglung karena jalinan dan silsilahnya yang ruwet dan diwarnai oleh bim salabim (mitos-mitos) seperti Siyung Wanara, Nyi Roro Kidul, Batara Narada dan lain-lain. Cerita wayang, kebatinan, mukjizat dan kesaktian bergabung jadi satu. Tapi ini mungkin juga dapat menjadi daya tarik sendiri, karena kita bisa menikmati cerita itu lantaran bab-babnya yang pendek sehingga kita tidak lelah.

Babad Tanah Jawi (atau Jawa) mendapat tempat yang cukup tinggi dalam referensi penulisan sejarah Indonesia pada masa abad 12-17 M. Tentu saja tidak mudah bagi seseorang untuk mengambil referensi yang valid karena terlebih dahulu harus mengidentifikasi mana cerita yang fiksi dan kejadian yang sesungguhnya.

Di Wikipedia disebutkan bahwa menurut sejarahwan Hoesein Dajajadiningrat sebenarnya Babad Tanah Jawi terdapat dalam 2 versi. Versi pertama dalah yang ditulis oleh Carik Braja atas perintah Sunan Pakubuwono III dan yang kedua diterbitkan oleh P. Adilangu II. “Perbedaan keduanya terletak pada penceritaan sejarah Jawa Kuno sebelum munculnya cikal bakal kerajaan Mataram. Kelompok pertama hanya menceritakan riwayat Mataram secara ringkas, berupa silsilah dilengkapi sedikit keterangan. Sementara kelompok kedua dilengkapi dengan kisah panjang lebar” (Wikipedia)

Toh babad ini merupakan sumber yang sangat penting dalam merekonstruksi sejarah terutama dalam awal-awal masa masuknya Islam di Jawa, yang sangat jarang ditemukan. Ini saya ketahui ketika membaca buku Sejarah Indonesia Modern: 1200-2004 karya MC Ricklefs (Resensi menyusul Insyaallah)

Highly Recommended (****)

W.L Olthof. 2008. Babad Tanah Jawi – Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. Alih Bahasa: HR Sumarsono. Penerbit Narasi – Yogyakarta Cet 2. 448 hal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: