Rawe-Rawe Rantas, Malang-Malang Tuntas

Quest for A Better Life

Dari Aleksander hingga Kuku Kutu

Posted by pungkasali on April 15, 2009

alexandrelouvreIni yang sedang saya lakukan 30 menit yang lalu:

Saya sedang mencari formula untuk mengestimasi permintaan terhadap pelayanan kesehatan dengan multinomial logit. O maaf. Tidak. Saya sedang browsing mencari akomodasi sementara. O... itu ada pesan facebook dari teman di seberang lautan. E… lupa sedang memasak air untuk meracik teh hijau. Ah sms, lagi-lagi masuk. Itu..itu.. pensil-nya jatuh. Ehmm ada yang ketok pintu. Dan hei, lihat angin di luar cukup kencang. Sangat kencang, sampai formula rumit multinomial logit terbang dari layar komputer.

Itulah setengah jam yang lalu. Dan sekarang saya masih mencari-cari, di mana larinya formula multinomial logit itu. Apa harus mulai dari awal lagi untuk mencari rumus itu? Sia-sia sekali.

Itulah yang sering terjadi dengan saya. Ketika urusan yang besar, kabur begitu saja karena urusan-urusan sepele. Sesuatu yag pasti sering terjadi terhadap pembaca semua.

Sejarah juga telah dengan sangat baik mencatat fenomena ini. Hal-hal yang luar biasa besar bisa takluk oleh hal-hal kecil. Macro cosmos, tunduk oleh dunia nano.

Aleksander Agung dari Macedonia adalah contohnya.Alksander mampu menaklukan kawasan yang membentang dari Yunani di Barat, Mesir di Selatan, hingga India di Timur. Mengalahkan Darius di Persia untuk kemudian menyeberangi salju di pegunungan Indus dan membuyarkan gajah-gajah raksasa di Punjab. Namun kegagahan pemimpin militer terbesar sepanjang masa yang melakukan kampanye militer selama 12 tahun tanpa henti itu, tidak berdaya dihadapan sekor gagak yang membawa virus encephalitis. Hanya diperlukan dua minggu saja untuk menaklukan sang penguasa agung. Takluk untuk selamanya.

Jadi demikianlah. Hal-hal yang besar bisa hilang dan takluk oleh hal yang kita anggap kecil. Dari multinomial logit saya yang terbang terbawa angin tadi, ledakan pesawat ulang-alik Challenger karena cincin-O dan masih banyak lagi. Kepakan sayap kupu-kupu di California bisa menciptakan taifun dahsyat di pantai timur Australia, kata teori kaos..eee Chaos.

Jadi hati-hati dengan hal yang menurut kita kecil tapi bisa membuyarkan impian kita yang maha besar. Karena sibuk dengan masalah-masalah yang kecil, membuat kita lupa pada hal-hal besar. Keasyikan mengiris bawang, ayam goreng gosong. Keasyikan memilih butterfly di facebook, membuat kita lupa men-submit thesis doctoral kita. Huh!

Tapi saya tidak menakut-nakuti. Tidak semua hal yang besar kalah oleh masalah se-ujung kuku kaki anak kutu. Toh kita bukan Alexander the Great, dan facebook bukan seekor gagak hitam.

Just be cautious, the world and a whistle may collide. Itu saja!

dari samping jendela, 15 April 2009

One Response to “Dari Aleksander hingga Kuku Kutu”

  1. Eko Budi Lasmana said

    Hal-hal kecil bisa menggusur hal yang lebih besar! I think you right.

    Facebook misalnya, setelah menghidupkan komputer hal pertama yang kulakukan ya buka fb dulu, kalau dibilang remeh atau urusan kecil mungkin benar, padahal aku ada test ngajar, harus mempersiapkan presentasi, harus latihan akting ngajar. Susahnya lagi di fb nggak pernah sebentar, sibuk melototi nama dan foto siapa tau ada yang dikenal.

    Kalau dibandingkan penting mana mencari teman di fb atau mempersiapkan diri menghadapi karir, orang yang rasional pasti memilih yang terakhir, tetapi kebanyakan orang yang kutahu malah melakukan yang pertama. Manusia memang aneh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: