Rawe-Rawe Rantas, Malang-Malang Tuntas

Quest for A Better Life

Darah Tinggi

Posted by pungkasali on July 8, 2011

Beberapa waktu lalu kami (para mahasiswa) mendapat surprise dengan adanya Health Promotion Check gratis (plus $5 untuk test kolesterol) dari kampus ANU (Australian National University). Maka tiga hari yang lalu saya memunculkan batang hidung saya – yang agak pesek ini – ke health service.

Setelah di ukur berat, ukur tinggi, tusuk sono, tusuk sini, hasilnya cukup menggembirakan. BMI (Body Mass Index) normal, tidak kerempeng, tidak tambun. Kadar gula cukup baik,(untung saya termasuk yang manis, jadi tidak perlu tambahan kadar gula dalam darah). Kadar kolesterol, alhamdulillah – dibanderol normal bin wajar.

Hanya saja, tekanan darah sedikit di atas normal. Ibarat Sarwendah di kalau dunia bulutangkis nasional,sedikit di atas rara-rata ‘looks’-nya🙂.

Yang satu ini memang yang cukup sulit dipertahankan ke-normalan-nya. Secara alami, dulu, darah saya masih muda – darahnya para remaja (kata bang Roma) – kini darah saya mulai berapi-api sehingga menuju ke darah tinggi. Lalu, dalam hidup, kita tidak senang dikatakan hidupnya hambar! Tidak enak kalau makananya-nya hambar. Lalu taburkan garam ke nasi goreng, sayur, sambal, dan rendang. Jadilah hidup kita asin!

Ini tantangan terberatnya, menghindari makanan asin dan makanan enak (yang banyak besi-nya, seperti daging sapi, kambing, gotri, martil, gergaji, dll).Saya sudah coba sebisanya, berusaha perbanyak makan buah dan kurangi daging. Beli banyak bawang putih dan buah zaitun, yang katanya cukup baik untuk membantu menahan tekanan darah (dan sekaligus jaga-jaga kalau ada drakula).

Tapi tetap saja hidup ini tidak hambar, ada indomie…asin, ada sambel terong…asin, mau sosis…asin…., bahkan ingus (sorry man!) pun ikut-ikutan …asin. Dus, tantangannya cukup berat untuk menghindari hypertensi (nama keren-nya darah tinggi). Angka di atas rata-rata tadi, menurut info “Intel@” di komputer di Health service, menghasilkan prediksi serangan CVD (Cardio Vascular Diseases) – bahasa pasarnya: jantungan – sebesar 16%.

Hmm tinggi atau rendah ya?

Kalau kita uji statistik, biasanya batas tertingginya adalah 10%. Berarti prediksi komputer tadi sudah diluar kewajaran. Achtung…Achtung! Tapi kata nurse yang nusuk-nusuk tadi, cukup rendah. Yang mana yang jadi patokan?Tidak penting.

Kita tanyakan saja, malaikat Izrail mau pegang test statistik atau percaya sama pendapat nurse tadi? Karena judgment malaikat ini yang paling krusial. Lihat saja di sekililing kita, hypertensi telah menjadi penyebab penyakit pembunuh utama di Indonesia. Saya  tidak tahu apakah malaikat Israil percaya test statistik atau vonis nurse. tetapi kematian akibat darah tinggi (bahkan termasuk yang darah muda tadi) cuku marak. Sungguh TER.LA.LU!!

Anyway, manapun batasnya, sedikit di atas normal berarti tidak normal. Sebuah tantangan berat untuk para pria tengah baya. Apalagi orang seperti saya yang sudah punya pekerjaan, usia merambat naik, mulai sering makan di hotel, rumah makan yang mak-nyus.

Kita tidak ingin hidup menjadi seperti ungkapan “bagai sayur tanpa garam”! Tapi saya juga tidak ingin hidup ini menjadi asin sehingga menjadi incaran malaikat Israil, yang kini telah membawa tensimeter kemana-mana!

Canberra – 08.07.2011. pungkas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: